Israil Brutal & Arogan
Israil Brutal & Arogan
Last Updated (Wednesday, 02 June 2010 12:47) Written by Agus Mualimin Wednesday, 02 June 2010 12:27
Sudah menjadi kebiasaan Israil, bila melakukan kesalahan mereka akan mengatakan untuk mempertahankan diri padahal yang terjadi justru sebaliknya. Sebagaimana yang terjadi di kapal kemanusiaan Mavi Marmara.
Dimana pasukan Zionis Israil yang semoga Alloh mensegerakan adzab bagi mereka. Mengklaim jika apa yang dilakukannya adalah untuk mempertahankan diri dari tindakan para aktifis kemanusiaan. Sehingga menimbulkan pertanyaan besar bagi kita semua tindakan apa yang membuat mereka harus menerima rentetan peluru yang menghujam diri para aktifis?. Sungguh tidak masuk akal apa yang dilakukan oleh Zionis itu.
Pada hari Senin (31/5), pasukan angkatan laut Israel menyerbu armada kebebasan Gaza, yang diselenggarakan bersama oleh Yayasan bantuan kemanusiaan Turki IHH, di perairan internasional, menewaskan sekitar 20 orang dan melukai puluhan lainnya.
Tidak hanya sebatas itu apa yang dilakukan oleh Zionis Israil kepada para aktifis kemanusian bahkan mereka juga menahan para aktifis di dalam penjara dan memperlakukan dengan tidak manusiawi, sebagaimana pengakuan seorang aktifis.
Para aktivis pro-Palestina mengaku diperlakukan kasar selama berada dalam tahanan Israel. Sebagian mengaku tidak mendapat cukup makanan dan minuman.
"Mereka (Israel) brutal dan arogan, tapi pesan kami sampai ke segala penjuru dunia bahwa blokade Gaza tidak adil dan harus dicabut segera," cetus Walid al-Tabtabai, seorang anggota parlemen Kuwait yang ikut dalam rombongan misi kemanusiaan Freedom Flotilla.
Menurut al-Tabtabai, tak ada satu pun senjata yang dipegang para penumpang kapal. Padahal pemerintah Israel mengklaim bahwa pasukannya lebih dulu diserang dengan pisau dan senjata lainnya oleh beberapa penumpang di salah satu kapal, Mavi Marmara.
Sungguh inilah kebiadaban Zionis Israil laknatullah alaih, semoga ini juga menyadarkan
kita semua akan apa yang harus kita lakukan untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina sana dan semoga tidak hanya sampai disini saja.


