Renungan Pergantian Tahun 2009
Renungan Pergantian Tahun 2009
Last Updated (Thursday, 31 December 2009 17:52) Written by Abu Waffa Friday, 01 January 2010 00:00
Waktu menurut Dr. Yusuf Qaradhawi dibagi menjadi tiga. Pertama, waktu itu cepat berlalunya. Kedua, waktu yang berlalu tidak akan mungkin kembali lagi. Ketiga, waktu itu adalah harta yang paling mahal bagi seorang muslim.Hanya dalam hitungan jam kita semua akan meninggalkan tahun 2009 dan memasuki tahun baru 2010 Sahabat. Dan hampir semua orang (mungkin juga termasuk anda) sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk merayakan pergantian tahun ini, mulai dari pesta kembang api dan perayaan yang meriah di tempat-tempat hiburan sampai yang paling sederhana dengan meniup terompet bersama keluarga di rumah masing-masing.
Bahkan ada sebagian orang yang telah mempersiapkan liburan akhir tahun dari jauh-jauh hari sebelumnya, baik itu liburan di dalam negeri maupun yang mau melancong ke negeri orang. Semua tempat hiburan dan hotel-hotel berbintang sampai penginapan melati dipastikan akan kebanjiran pengunjung yang ingin merayakan pergantian tahun. Bagitu juga dengan pesta yang diadakan mulai dari pesta kembang api dan terompet yang berlimpah dengan jamuan serta hidangan yang serba mewah sampai pesta yang tidak pantas dilakukan pun terkadang juga dilakukan. Mabuk-mabukan, ugal-ugalan dijalan dan lain sebagainya.
Bisa jadi ini dianggap hal biasa oleh sebagian kita yang merayakannya. Padahal bisa jadi ini awal dari musibah yang menimpa diri kita. Baiknya kita renunggkan sahabat.
Sahabat, jika saat ini kita diberi kesempatan untuk hidup, tidak ada yang bisa menjamin esok hari nyawa kita masih dikandung badan. Jangankan sehari esok, sedetik ke depanpun tak ada yang mampu memberikan jaminan. Allah swt mengingatkan dalam al-Quran surat Yunus ayat ke 49, “Apabila telah datang ajal kepada mereka, maka mereka tidak akan dapat mengundurkannya barang sesaat dan tidak pula mendahulukannya.“
Sahabat, hari ini menjelang pergantian tahun, sangat jelas Allah tampaknya kepada kita bahwa kehendaknya senantiasa terjadi. Kematian adalah acara yang mengisi setiap siaran televisi dan radio di rumah kita. Seorang anak manusia itu kini terkapar meninggalkan segala perangai yang ia lakukan di dunia lalu menunggu hisab di hari pembalasan. Adakah rasa takut akan kematian itu menghingapi kita ? Sudah cukupkah perbekalan yang dipersiapkan dan kumpulkan bila saat kematian itu datang? Apakah kebahagiaan abadi yang akan kau reguk, ataukah penyesalan dan siksa berkepanjangan yang menjadi teman bagimu untuk selamanya? Apakah engkau akan berada bersama orang-orang pilihan di surgaNya ataukah tenggelam bersama kesengsaraan di neraka? Itu semua hanya dirimu sendiri yang dapat menjawabnya. Bukan teman atau sahabat, bukan orang tuamu bukan pula orang-orang yang telah menyaksikan segala tingkah lakumu di dunia. Sebab, pada waktu seluruh manusia berkumpul untuk mendapat perhitungan atas semua amalnya, seluruh anggota tubuhmu akan bersaksi, menceritakan seluruh perilakumu di dunia. Engkau takkan pernah bisa mengira-ngira bagaimanakah nasibmu pada hari itu.
Sahabat. Tahun baru itu mengingatkan kita akan ajal yang semakin dekat kepada kita. “Wahai anak Adam, sesungguhnya Anda bagian dari hari, apabila satu hari berlalu maka berlalu pulalah sebagian hidupmu.“ Itulah ungkapan Imam Hasan Al-Basri dan sangatlah jelas untuk kita renungkan.
Hari sangat beruntung bagi orang yang senantiasa menjaga agamanya dan nistalah orang yang senantiasa meninggalkan agamanya dengan berpesta pora sebagaimana orang kafir berpesta pora. Dan sesiapa yang mengikuti tradisi segolongan orang maka ia bagian dari golongan tersebut.


